LABVIRAL - Perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara anak belajar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Jika dulu anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah bersama teman-temannya, kini sebagian aktivitas tersebut berpindah ke dunia digital melalui smartphone, tablet, komputer, maupun berbagai platform media sosial.
Perubahan ini membawa banyak manfaat. Anak memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi, materi pembelajaran, hingga berbagai sarana untuk mengembangkan kreativitas.
Baca Juga: Mengapa Banyak UMKM Sulit Naik Kelas? Ternyata Bukan Sekadar Soal Modal
Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua, terutama bagi seorang ibu yang umumnya menjadi pendamping utama dalam keseharian anak.
Di tengah derasnya arus informasi, peran ibu tidak lagi sekadar memastikan anak makan tepat waktu atau mengingatkan mereka belajar. Seorang ibu kini dituntut mampu menjadi pendamping yang memahami perkembangan teknologi, sehingga dapat membimbing anak memanfaatkan dunia digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Menjadi Sahabat Sebelum Menjadi Pengawas
Banyak orang tua yang memilih mengawasi penggunaan gawai dengan menerapkan aturan yang sangat ketat. Tidak sedikit pula yang langsung memarahi anak ketika mengetahui mereka terlalu lama bermain game atau menonton video di internet.
Padahal, pendekatan seperti ini belum tentu memberikan hasil yang baik. Anak justru bisa merasa tidak dipercaya sehingga memilih menggunakan perangkat digital secara diam-diam. Akibatnya, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi semakin renggang.
Sebaliknya, ibu dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dengan menjadi sahabat bagi anak. Luangkan waktu untuk bertanya mengenai permainan yang sedang mereka sukai, kreator konten favorit, atau aplikasi yang sering digunakan.















