LABVIRAL.COM – Menjadi orang tua bukan hanya tentang mengajarkan anak mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, anak juga belajar dengan memperhatikan bagaimana orang tuanya bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Cara ayah dan ibu berbicara, menghadapi masalah, meminta maaf, mengelola emosi hingga memperlakukan orang lain, semuanya bisa menjadi pelajaran bagi anak.
Karena itu, terkadang perilaku orang tua justru lebih "berbicara" daripada nasihat panjang yang diberikan kepada anak.
Pendekatan positive parenting sendiri menempatkan orang tua sebagai sosok yang memberikan perlindungan, bimbingan, dukungan, sekaligus membantu anak berkembang menuju kemandirian sesuai usianya.
Lantas, apa saja yang sebenarnya dipelajari anak dari orang tuanya setiap hari?
1. Cara Menghadapi Kemarahan
Anak bisa belajar mengelola emosinya dengan melihat bagaimana orang tua menghadapi emosi.
Ketika menghadapi masalah, misalnya, orang tua yang berusaha menenangkan diri sebelum berbicara memberikan contoh bahwa marah bukan berarti harus berteriak atau melampiaskan emosi kepada orang lain.
Sebaliknya, jika setiap masalah selalu diselesaikan dengan bentakan, anak dapat menganggap bahwa berteriak merupakan cara yang wajar untuk menghadapi konflik.
Bukan berarti orang tua harus selalu tenang. Ayah dan ibu juga manusia yang bisa lelah, kecewa atau marah.
Yang penting adalah menunjukkan kepada anak bahwa emosi boleh dirasakan, tetapi tetap perlu dikelola.
2. Cara Memperlakukan Orang Lain
Anak memperhatikan bagaimana orang tuanya memperlakukan pasangan, kakek-nenek, tetangga, teman, bahkan orang yang bekerja di rumah.
Ucapan sederhana seperti "terima kasih", "tolong" dan "maaf" bisa menjadi contoh yang sangat berarti.
Jika orang tua terbiasa menghargai orang lain, anak memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami bahwa setiap orang layak diperlakukan dengan hormat.
Sebaliknya, akan sulit meminta anak berbicara sopan apabila orang tua sendiri terbiasa merendahkan atau membentak orang lain.
3. Cara Menghadapi Kesalahan
Ayah atau ibu bisa saja salah mengambil keputusan, lupa menepati janji atau bahkan kehilangan kesabaran.
Namun, momen tersebut justru bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab.
Orang tua dapat mengatakan, "Tadi Ayah salah karena membentak. Seharusnya Ayah bicara lebih baik."
Kalimat sederhana seperti itu menunjukkan bahwa meminta maaf bukan tanda kelemahan.
Anak belajar bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang mungkin terjadi, tetapi mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya adalah bagian penting dari menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Baca Juga: 10 Ide Bisnis Rumahan yang Menjanjikan di 2026, Modal Kecil tapi Berpeluang Cuan Besar
4. Cara Menghadapi Kegagalan
Ketika anak mendapatkan nilai kurang bagus, kalah dalam pertandingan atau gagal melakukan sesuatu, respons orang tua sangat penting.
Alih-alih langsung mengatakan, "Kok bisa gagal?" orang tua bisa membantu anak melihat prosesnya.
Misalnya, dengan bertanya, "Menurut kamu, bagian mana yang paling sulit?"
Pertanyaan tersebut membuat kegagalan tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang memalukan.
Anak dapat belajar bahwa kesalahan dan kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
5. Cara Menghargai Diri Sendiri
Anak juga belajar bagaimana memperlakukan dirinya sendiri dengan melihat orang tuanya.
Jika orang tua terus-menerus mengatakan dirinya tidak cukup baik, selalu membandingkan diri dengan orang lain atau merasa bersalah ketika beristirahat, anak bisa menyerap pola pikir tersebut.
Sebaliknya, orang tua yang mampu menghargai dirinya, menjaga batasan dan memahami bahwa dirinya juga membutuhkan waktu untuk beristirahat memberikan contoh tentang pentingnya menjaga diri.
Ini bukan berarti menjadi orang tua yang egois.
Justru, orang tua yang mampu menjaga keseimbangan dirinya dapat memiliki energi yang lebih baik untuk mendampingi anak.
6. Cara Berkomunikasi
Anak belajar berkomunikasi bukan hanya ketika orang tua mengajarinya berbicara sopan.
Mereka juga belajar ketika melihat bagaimana ayah dan ibu mendengarkan orang lain.
Ketika anak sedang bercerita, cobalah sesekali berhenti melihat layar ponsel dan memberikan perhatian penuh.
Tidak semua cerita anak membutuhkan solusi. Terkadang, mereka hanya ingin didengarkan.
Membangun komunikasi seperti ini juga dapat membantu anak merasa bahwa rumah merupakan tempat yang aman untuk bercerita tentang pengalaman, kesalahan maupun masalah yang sedang dihadapinya.
7. Cara Menunjukkan Kasih Sayang
Kasih sayang tidak selalu harus diberikan melalui hadiah atau memenuhi semua keinginan anak.
Pelukan, perhatian, mendengarkan cerita, menemani bermain atau sekadar bertanya bagaimana harinya juga merupakan bentuk kasih sayang.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bahkan mendorong penguatan waktu berkualitas bersama keluarga melalui gerakan #SatuJamKu, dengan menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak.
Artinya, kehadiran orang tua tidak selalu harus diwujudkan dalam aktivitas besar. Waktu singkat tetapi penuh perhatian bisa menjadi sangat berarti bagi anak.
Anak Tidak Membutuhkan Orang Tua yang Sempurna
Pada akhirnya, parenting bukan perlombaan untuk menjadi orang tua yang paling sempurna. Setiap keluarga memiliki kondisi, tantangan dan cara pengasuhan yang berbeda.
Hal terpenting adalah terus belajar memahami kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya, memberikan kasih sayang, menetapkan batasan yang sehat dan berusaha menjadi contoh yang baik.
Sebab, anak mungkin lupa dengan nasihat panjang yang pernah diberikan orang tuanya.
Namun, mereka bisa mengingat bagaimana perasaan mereka ketika berada di dekat ayah dan ibunya.
Jadi, sebelum meminta anak menjadi pribadi yang sabar, jujur, bertanggung jawab dan menghargai orang lain, mungkin ada satu pertanyaan sederhana yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri:
"Apakah anak melihat semua itu dari saya setiap hari?"
Karena dalam parenting, orang tua bukan hanya seseorang yang mengajarkan kehidupan kepada anak.
Orang tua juga merupakan salah satu pelajaran pertama yang dilihat anak tentang bagaimana menjalani kehidupan.









