Aplikasi Android Kini Bisa Dipakai di Windows 11
Aplikasi Android Kini Bisa Dipakai di Windows 11
LABVIRAL.COM - Perusahaan raksasa teknologi dunia, Microsoft sebelumnya mengumumkan bakal melakukan beberapa inovasi pada update Windows 11.
Sehingga kemungkinan pengguna dapat menikmati aplikasi Android lewat sistem operasi tersebut. Karena, perusahaan telah mengizinkan setiap pengembang aplikasi mengirimkan aplikasinya ke Amazon Appstore di Windows 11.
Untuk diketahui, sebelumnya Amazon Appstore di Windows 11 diluncurkan dalam versi beta publik. Pada versi ini, pengguna hanya mendapatkan akses ke sekitar 50 aplikasi Android.
Kemudian, Microsoft meningkatkan jumlahnya menjadi lebih dari 20.000 aplikasi. Kini, Amazon Appstore dilaporkan telah memiliki lebih dari 50.000 aplikasi Android, tetapi tidak akan tersedia secara langsung.
Kendati demikian, mengutip dari Gizchina, Senin (29/5/2023), pihak pengembang harus terlebih dahulu mengirimkan aplikasi untuk pengujian agar bisa hadir di Amazon Appstore.
- Polda Metro & Pemprov DKI Data Warga Kampung Boncos, Ubah Stigma 'Kampung Narkoba' Jadi Kampung Bersinar
- Kasus Guru Pukuli Santri di Cijeruk Bogor Masuk Meja Hijau, Polisi Pastikan Proses Hukum Berlanjut
- Piramida Kekacauan di JIExpo: Demo Penolakan Konser Andrea Bocelli Berujung Bentrok dan Puluhan Korban Luka
Baca Juga: Cara Menggunakan ChatGPT di Microsoft Word
Microsoft pun akan memberikan panduan tentang pembuatan aplikasi yang kompatibel dengan Windows Subsystem for Android (WSA). Panduan ini difokuskan untuk membantu pengembang menyesuaikan faktor-faktor berbeda yang ditetapkan WSA.
Ini merupakan langkah penting untuk membuat WSA dapat berfungsi sebagai lingkungan yang stabil bagi pengembang.
Sebagian besar aplikasi Android yang menjalani pengujian di Amazon Appstore berjalan dengan lancar. Dengan aplikasi yang dikompilasi ulang untuk PC Windows 11, Amazon Appstore dapat menyediakan lebih banyak aplikasi untuk pengguna.
Perlu diingat, saat ini Amazon Appstore belum tersedia di Indonesia. Aplikasi ini baru beroperasi di 31 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, Spanyol, Kanada, Italia, dan lainnya.***
