Labviral.com - Penetapan Pulau Penebang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi langkah penting pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat hilirisasi industri.
Penetapan PSN dilandasi dengan legalitas tata ruang yang memastikan bahwa kawasan tersebut bukan merupakan wilayah konservasi, sehingga layak dikembangkan sebagai kawasan industri berkelanjutan.
PSN Pulau Penebang terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Kayong Utara.
Baca Juga: Mengenal LCC MPR: Ajang Cerdas Cermat tentang Empat Pilar Kebangsaan
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,89 persen pada tahun 2025, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Capaian ini disampaikan dalam Musrenbang RKPD 2027 pada 10 April 2026, yang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
Menurut Romi, keberadaan PSN di Pulau Penebang menjadi salah satu motor penggerak peningkatan tersebut, terutama melalui aktivitas industri dan ekspansi sektor-sektor produktif lainnya.
Baca Juga: Cuma 30 Detik! Ini Manfaat Luar Biasa Plank Setiap Hari
Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, diproyeksikan berkembang sebagai pusat pemrosesan dan pemurnian bijih bauksit untuk produksi alumina dan aluminium.
Per April 2026, proyek ini telah menyerap sekitar 1.800 tenaga kerja lokal.
Peningkatan ekonomi yang dipicu oleh PSN Pulau Penebang turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat Kayong Utara. Data menunjukkan angka kemiskinan turun dari 9,56 persen pada 2020 menjadi 8,75 persen pada 2025.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 62,66 poin (2019) menjadi 67,60 poin (2025).
Baca Juga: Beli Tiket Konser 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Diskon 20%
Pemerintah daerah menilai bahwa percepatan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal menjadi faktor penting di balik perbaikan indikator kesejahteraan tersebut.
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata sebagai penopang perekonomian masyarakat.
Bupati Romi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam perencanaan dan implementasi pembangunan.
“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan dalam merumuskan dan menjalankan program secara optimal,” ujarnya.














