Rangkaian praktik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kegiatan tambang dan kelestarian kawasan Gunung Pongkor.
Jawab Tantangan PETI lewat Inovasi Sosial
Inovasi sosial juga terus-menerus dikembangkan untuk merespons aktivitas penambang tanpa izin (PETI). ANTAM UBPE Pongkor menggulirkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pelestarian Lingkungan Cisangku (Pepeling Cisangku) sebagai upaya mengatasi PETI melalui penguatan alternatif ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, Program Sundung Cisarua membangun sirkular ekonomi terintegrasi dari limbah non-B3, sekaligus menjawab tantangan sosial dengan membuka peluang kerja baru dan peningkatan kompetensi warga dalam beternak domba.
“Program ini berhasil menunjukkan perkembangan signifikan, di mana salah satu kelompok ternak yang awalnya menerima bantuan 50 ekor domba pada tahun 2021 kini telah berkembang menjadi lebih dari 800 ekor,” kata Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto.
Model Pertanian Sirkular di Kalongliud
Selain itu, ANTAM UBPE Pongkor bersama masyarakat Desa Kalongliud mengembangkan Program Garitan Kalongliud sejak 2020. Program tersebut dirancang sebagai model pertanian sirkular terpadu yang mengedepankan pemanfaatan lahan tidur, efisiensi sumber daya air, pengelolaan limbah, serta penguatan kelembagaan petani berbasis komunitas.
Pendekatan ini membuat dukungan yang diberikan lebih berorientasi pada kemandirian, bukan sekadar bantuan sosial.
Deretan Apresiasi Keberlanjutan
Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan dari sektor energi dan sumber daya mineral. Pada 2025, ANTAM UBPE Pongkor meraih Subroto Award 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral dan Batubara Terinovatif.
Selain itu, konsistensi program keberlanjutan dan pemberdayaan terkait PETI di UBPE Pongkor turut diapresiasi melalui Tamasya Award 2023 dan 2024, ISDA 2022, serta CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2025.
Secara keseluruhan, rangkaian program dan penghargaan tersebut menunjukkan upaya berkelanjutan untuk menguatkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola di kawasan Pongkor.
“Komitmen ANTAM terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance bukanlah sesuatu yang baru. Berbagai program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat telah dijalankan secara konsisten di berbagai wilayah operasional, termasuk di UBPE Pongkor. Melalui berbagai inisiatif tersebut, ANTAM terus berupaya memastikan bahwa kegiatan pertambangan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional,” tutup Wisnu.















