Viral Sikap Tenang Kamari Sky di Pernikahan Ibunda, Apakah Kunci Utamanya Benar-benar Bebas Gula?

amanda
Senin 29 Juni 2026, 11:42 WIB
Viral Sikap Tenang Kamari Sky di Pernikahan Ibunda, Apakah Kunci Utamanya Benar-benar Bebas Gula? (Sumber : Instagram/jenniferhubner)

Viral Sikap Tenang Kamari Sky di Pernikahan Ibunda, Apakah Kunci Utamanya Benar-benar Bebas Gula? (Sumber : Instagram/jenniferhubner)

Meski sugar rush masih diperdebatkan, bukan berarti pembatasan gula tidak berguna. Justru di sinilah sering terjadi salah paham. Membatasi gula tambahan tetap dianjurkan dalam pola makan anak karena berkaitan dengan kestabilan energi, kualitas tidur, kesehatan gigi, dan pembentukan pola makan jangka panjang.

Gula sederhana diserap tubuh dengan cepat. Setelah kadar gula darah naik, tubuh akan mengeluarkan insulin untuk menurunkannya kembali. Pada sebagian anak, perubahan energi yang terlalu cepat ini bisa diikuti rasa lelah mendadak, mudah lapar, perubahan suasana hati, atau menjadi lebih sensitif.

Fenomena ini lebih dekat dengan konsep sugar crash daripada sugar rush. Pada balita yang belum mampu mengungkapkan rasa tidak nyaman dengan kata-kata, kondisi tersebut kadang muncul dalam bentuk rewel, mudah frustrasi, atau tantrum.

Karena itu, pola makan yang lebih stabil, misalnya lebih banyak real food, cukup protein, buah, sayur, dan minim gula tambahan, tetap punya manfaat terhadap kenyamanan anak sehari-hari.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Hilangkan Minyak di Panci, Sudah Kamu Coba? Ini Trik Mudah agar Panci Kembali Bersih dan Kinclong

Perilaku Anak Tidak Dibentuk oleh Satu Faktor Saja

Yang sering terlupakan dari diskusi ini adalah satu hal: perilaku anak tidak pernah dibentuk oleh satu faktor saja. Anak yang tampak tenang bukan otomatis karena tidak makan gula.

Dalam psikologi perkembangan, ada konsep temperamen bawaan. Ada anak yang memang sejak lahir lebih adaptif, mudah tenang, dan nyaman di lingkungan baru. Ada juga yang lebih sensitif terhadap suara, perubahan suasana, atau kehadiran orang asing.

Selain temperamen, rutinitas juga sangat berpengaruh. Balita sangat bergantung pada pola tidur, jadwal makan, dan rasa aman yang konsisten. Acara besar seperti pernikahan sering menjadi "jebakan" karena jam tidur berubah, anak kelelahan, atau terlalu banyak stimulasi.

Faktor Tak Terlihat: Rasa Aman dan Hubungan Emosional

Ada satu faktor yang sering tidak terlihat di kamera: hubungan emosional. Anak kecil membaca situasi lewat ekspresi orang dewasa. Ketika orang tua terlihat tenang, hadir, dan responsif, anak lebih mudah merasa aman. Sebaliknya, jika lingkungan terasa tegang atau terburu-buru, anak juga lebih mudah menunjukkan reaksi emosional.

Karena itu, membandingkan satu anak dengan anak lain sering kali tidak adil. Kamari mungkin punya kombinasi banyak hal: pola makan yang terjaga, rutinitas yang baik, temperamen yang sesuai, serta lingkungan pengasuhan yang membuatnya nyaman.

Follow Berita LABVIRAL di Google News
Editor :
Halaman :
Berita Terkait Berita Terkini