Perlukah Anak Bebas Gula?
Jawaban singkatnya: tidak harus ekstrem. Yang lebih penting adalah mengurangi gula tambahan berlebihan dan membangun hubungan sehat dengan makanan sejak kecil. Anak tetap boleh menikmati rasa manis, tetapi tidak perlu menjadi pusat pola makannya.
Pada akhirnya, anak yang tenang bukan hasil dari satu larangan makanan. Yang membentuk mereka jauh lebih kompleks: tidur yang cukup, pola makan seimbang, rasa aman, rutinitas, dan orang dewasa yang hadir secara konsisten.
Mungkin itu pelajaran yang lebih menarik dari viralnya Kamari, bahwa pengasuhan ternyata jauh lebih luas daripada sekadar urusan gula.***














